Buscar

Memuat...

everything happened... Supposed to الله

10 Maret 2011

Menasehati Tanpa Menyakiti.....



"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." [An-Nahl: 125]

"Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." [Ali Imran: 159]

"Sesungguhnya, tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali ia akan membaguskannya dan tidaklah (kelembutan) itu tercabut dari sesuatu, kecuali akan memburukkannya." [HR Muslim dalam Al-Birr wash Shilah (2594)]

"Barangsiapa yang tidak terdapat kelembutan padanya, maka tidak ada kebaikan padanya." [HR Muslim dalam Al-Birr wash Shilah (2592)]

Nasehat adalah ungkapan yang mewakili sejumlah keinginan untuk kebaikan bagi orang yang dinasehati. Memberi nasihat kepada seseorang, berarti menyempurnakan kekurangannya dan membersihkan jiwanya dari berbagai kotoran dan dosa.

Namun, memberikan nasehat, bukan persoalan mudah, karena bisa jadi seseorang yang berniat menasehati, tetapi yang dilakukan malah mempermalukan dan mencemooh yang dinasehati.

Oleh karena itu, hati-hati memberi nasehat. Bagaimana cara menasihati seseorang tanpa menyakiti perasaan?

Niat : Dalam memberikan nasehat, kita harus pasangkan niat terlebih dahulu untuk mengharap ridha Allah, dengan begitu nasehat yang kita keluarkan insyaallah berguna bagi orang tersebut dan diri kita sendiri.

Tidak Memepermalukan. Dalam memberikan nasehat, seseorang harus tidak mempermalukan orang yang dinasehatinya. Sering terjadi pada kebanyakan orang, saat dia memberi nasihat kepada orang lain dengan bahasa yang kasar.

Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah kelembutan itu menempel pada sesuatu kecuali akan menghiasinya. Dantidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali memperburuknya”. (HR. Imam Muslim)

Secara Rahasia. Nasihat mestilah dilakukan secara rahasia. Sebab, pada umumnya seseorang hanya bisa menerima nasihat saat dia sendirian dan suasana hatinya yang baik. Itulah saat yang tepat untuk menasihati secara rahasia, tidak di depan publik.

Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata, “…… Barangsiapa menasihati saudaranya berduaan saja, mak itulah nasihat. Dan barang siapa menasihatinya di depan banyak orang, maka sebenarnya dia mempermalukannya.”

Tidak Sombong. Pada saat memberikan nasihat, jangan sesekali berlaku sombong Kesombongan sama dengan menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, sedangkan nasihat adalah bagian dari kebenaran.

Jiwa yang Jernih. Jika seseorang mempunyai jiwa yang jernih, niscaya itu yang akan menjadikannya sebagai seseorang yang berlaku adil. Apabila orang yang menasihati tidak berlaku adil, maka nasihatnya tidak akan diterima, arahannya tidak akan didengar, dan anjurannya untuk meninggalkan perkara-perkara yang mestinya ditinggalkan tidak diindahkan.

Dengan beberapa cara di atas, Insya Allah nasihat yang kita berikan berguna bagi orang tersebut, dengan hal ini kita bisa mewujudkan cinta dan persatuan yang langgeng sesame saudara, serta yang paling penting adalah mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. gebby

Referensi : 1. Abu Muhammad Shu’ailik “Menasehati tanpa menyakiti”. 2. Ma’alim As-Sunan, IV/125. 3. Jami’ Al-‘Ulum wal Hikam, halaman 77

1 komentar: